Model Problem & Collaborative Learning Terintegrasi STEM

Judul: Model Problem & Collaborative Learning Terintegrasi STEM

TENTANG PENULIS

Penulis: Naili Luma’ati Noor, M.Pd., Dr. Masrukan, M.Si., Dr. Nuriana Rachmani Dewi (Nino Adhi), M.Pd.

Tebal Halaman: xvi + 67 halaman

Ukuran Buku: 14.8 × 21 cm

SEKILAS TENTANG BUKU

Bagaimana pembelajaran matematika dapat menjadi lebih bermakna, kontekstual, dan mampu mempersiapkan mahasiswa menghadapi kompleksitas kehidupan abad ke-21?

Buku Model Problem & Collaborative Learning Terintegrasi STEM hadir menawarkan sebuah model pembelajaran yang memadukan pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning), pembelajaran kolaboratif (Collaborative Learning), serta pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dalam satu kerangka pembelajaran yang sistematis.

Melalui model ProCoLearn-STEM, mahasiswa tidak sekadar menerima dan menghafalkan konsep matematika. Mereka dihadapkan pada masalah autentik, mengaktifkan pengetahuan awal, bekerja dalam kelompok, melakukan eksplorasi dan pengumpulan informasi, merancang solusi berbasis STEM, hingga mengomunikasikan hasilnya. Proses tersebut dirancang untuk membangun pengalaman belajar yang aktif, kolaboratif, aplikatif, dan bermakna.

Buku ini juga menjelaskan landasan teoretis ProCoLearn-STEM melalui pemikiran Lev Vygotsky, David Ausubel, dan Jean Piaget, sehingga model yang dikembangkan memiliki pijakan konseptual yang kuat. Selain itu, pembaca memperoleh penjelasan mengenai sintaks model, sistem sosial, prinsip reaksi dosen, sistem pendukung, serta dampak instruksional dan pengiring yang diharapkan.

Tidak berhenti pada konsep, buku ini dilengkapi petunjuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran matematika di perguruan tinggi, termasuk pemanfaatan teknologi seperti GeoGebra dalam proses eksplorasi dan pemecahan masalah.

Buku ini menjadi referensi bagi dosen, mahasiswa, calon guru, peneliti pendidikan, serta praktisi pembelajaran yang ingin mengembangkan pembelajaran matematika yang menumbuhkan kemampuan numerasi, adversity quotient, kepercayaan diri, kolaborasi, komunikasi, dan kemampuan memecahkan masalah.Belajar matematika bukan hanya tentang menemukan jawaban, tetapi tentang memahami masalah, membangun gagasan, bekerja bersama, merancang solusi, dan mengomunikasikan hasilnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *