Home » Beranda » Sifat-sifat Allah dalam Perspektif Ahlussunnah dan Mu’tazilah (Studi Komparatif Tafsir Karya al-Ṭabarī dan al-Zamakhsharī)

Kalender

December 2020
F S S M T W T
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Sifat-sifat Allah dalam Perspektif Ahlussunnah dan Mu’tazilah (Studi Komparatif Tafsir Karya al-Ṭabarī dan al-Zamakhsharī)

Judul: Sifat-sifat Allah dalam Perspektif Ahlussunnah dan Mu’tazilah (Studi Komparatif Tafsir Karya al-Ṭabarī dan al-Zamakhsharī)

Penulis: Dr. Solahudin, Lc., MA

Tebal Halaman: xiv + 266

Ukuran Buku: 15 cm x 22 cm

No. ISBN: 978-602-5668-623

TENTANG PENULIS

Nama: Dr. Solahudin, Lc., MA

Alamat: Bogor

Email: solahudin_1980@yahoo.com

SEKILAS TENTANG BUKU

Tentang penafsiran Nama-nama dan Sifat-sifat Allah, terjadi perbedaan pendapat di antara para ulama tafsir. Semua mufassir sepertinya mempertahankan setiap prinsip yang diyakini oleh mereka masing-masing. Hal ini terjadi dikarenakan keyakinan tentang Nama-nama dan Sifat-sifat Allah termasuk ke dalam masalah Aqidah sebagai inti dari ajaran Islam.

Mufassir-mufassir yang bermanhaj Ahlussunnah wal Jamā’ah Salafī-yah, di antaranya Abū al-Mufassirīn Imam al-Ṭabarī (w: 310 H) memiliki konsep penafsiran tentang nama dan sifat Allah yang cenderung memaknai teks-teks Alquran dan Sunnah sesuai dengan makna lahir (tekstualis) dan biasanya tidak memalingkan makna lahir kepada makna lainnya.

Adapun konsep penafsiran al-Zamakhsharī sebagai mufassir yang dikenal beraliran Mu’tazilah secara umum mengatakan Allah tidak memiliki sifat, atau menetapkan sifat akan tetapi sering Mentaḥrīf atau memalingkan makna lahir kepada makna yang lain. Contohnya al-Zamakhsharī meyakini nama “Allāh” hanyalah nama untuk-Nya tanpa mengandung sifat sama sekali, berbeda dengan Ahlussunnah yang menyakini setiap nama Allah mengandung sifat-Nya.

Melalui buku ini penulis memfokuskan pembahasan pada tafsir ayat-ayat yang membicarakan tentang sifat-sifat Allah, baik sifat dhatiyah  atau sifat fi’liyah  dengan metode tafsīr mauḍūi’  yang menitikberatkan pembahasan pada perbandingan pandangan antara Ibn Jarīr al-Ṭabarī dalam kitabnya Jāmi’ al-Bayān fī Ta’wīl al-Qur`ān dengan pandangan al-Zamakhsharī  dalam tafsirnya al-Kashāf ‘an Haqāiq Gawamiḍ al-Tanzīl wa ‘Uyūn al-Aqāwīl fī Wujūh al-Ta`wīl. Al-Ṭabarī dan al-Zamakhsharī merupakan dua mufassir yang sama-sama mendalami masalah Uṣūl al-Dīn terutama masalah Nama-nama dan Sifat-sifat Allah, sehingga sangat pantas dijadikan rujukan untuk menambah khazanah ilmu-ilmu teologi yang beraliran Ahlussunnah dan Mu’tazilah.


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: