
Judul: Membangun Generasi Penghafal Al-Qur’an: Panduan Praktis Metode Talaqqi Modern
Penulis: Muhamad Calim, Lc., M.Pd., Dr. Drs. H. Taufik, MM., M.Pd.
Tebal Halaman: xvi + 214
Ukuran Buku: 15 cm x 23 cm
TENTANG PENULIS
Nama: Muhamad Calim, Lc., M.Pd., Dr. Drs. H. Taufik, MM., M.Pd.
Alamat: Jakarta
SEKILAS TENTANG BUKU
Menghafal Al-Qur’an bukan sekadar mengingat ayat demi ayat, tetapi membangun peradaban melalui generasi yang hidup bersama Al-Qur’an.
Di tengah derasnya arus digital dan perubahan zaman, pendidikan tahfiz menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Guru dituntut menghadirkan pembelajaran yang efektif, orang tua perlu memahami cara mendampingi anak di rumah, sementara lembaga pendidikan harus mampu membangun sistem pembelajaran yang berkualitas tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.
Buku Membangun Generasi Penghafal Al-Qur’an: Panduan Praktis Metode Talaqqi Modern hadir sebagai panduan komprehensif yang mengintegrasikan warisan metode talaqqi yang telah dipraktikkan sejak zaman Rasulullah ﷺ dengan pendekatan pendidikan modern abad ke-21. Buku ini tidak hanya membahas konsep dan filosofi metode talaqqi, tetapi juga menyajikan langkah-langkah praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari.
Di dalam buku ini, pembaca akan menemukan: Landasan filosofis dan sejarah metode talaqqi; Strategi pembelajaran tahfiz yang efektif dan menyenangkan; Panduan praktis bagi guru, sekolah, rumah tahfiz, dan orang tua; Contoh modul ajar, SOP, sistem evaluasi, dan administrasi tahfiz; Pemanfaatan teknologi dan Artificial Intelligence (AI) sebagai pendukung pembelajaran; Strategi membangun budaya Qur’ani di sekolah, rumah tahfiz, dan keluarga.
Lebih dari sekadar buku tentang metode menghafal Al-Qur’an, buku ini mengajak pembaca membangun ekosistem pendidikan yang melahirkan generasi Qur’ani—generasi yang tidak hanya kuat hafalannya, tetapi juga unggul akhlaknya, luas ilmunya, kokoh imannya, serta mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan zaman.
Sebuah buku yang layak dimiliki oleh guru tahfiz, ustaz dan ustazah, orang tua, mahasiswa, pengelola sekolah Islam, rumah tahfiz, serta siapa pun yang bercita-cita melahirkan generasi penjaga Kalamullah.
