Home » Beranda » Model Berpikir dalam Pendidikan di Pesantren (Studi Kasus pada Pondok Pesantren di Jawa Timur)

Kalender

November 2020
F S S M T W T
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Model Berpikir dalam Pendidikan di Pesantren (Studi Kasus pada Pondok Pesantren di Jawa Timur)

Judul: Model Berpikir dalam Pendidikan di Pesantren (Studi Kasus pada Pondok Pesantren di Jawa Timur)

Penulis: Dr. Umar Samsudin

Tebal Halaman: xvi + 494

Ukuran Buku: 15 cm x 22 cm

No. ISBN: 978-602-5668-73-9

TENTANG PENULIS

Nama: Dr. Umar Samsudin

Alamat: Tangerang Selatan

Email: umarsam72@yahoo.com

SEKILAS TENTANG BUKU

Menurut Paul dan Elder berpikir merupakan cara bagi seseorang untuk meningkatkan kualitas dari hasil pemikiran menggunakan teknik sistemasi cara berpikir dan menghasilkan daya pikir intelektual dalam ide-ide yang digagas. Seseorang yang berpikir dengan kritis akan dapat menjawab permasalahan-permasalahan yang penting dengan baik. Ia juga akan berpikir secara jelas dan tepat. Selain itu, penggunaan ide yang abstrak, dapat membuat model penyelesaian masalah menjadi efektif. Adapun Alexander Styhre mencoba menggabungkan berpikir rasional dengan intuitif untuk menyelesaikan suatu masalah dengan baik. Dari penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa sikap kritis merupakan bagian dari karakter masyarakat modern yang juga harus dikembangkan dalam pendidikan Islam atau pesantren.

Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang diharapkan mampu menyelesaikan masalah-masalah masa kini dan masa depan yang membutuhkan analisis berpikir yang tepat, seperti usaha mandiri, pentingnya komuniksasi dan kerjasama, menyelesaikan persoalan yang komplek, dan lain-lain. Pesantren yang selama ini lebih populer dikenal sebagai lembaga pendidikan yang dipimipin oleh seorang kyai, penerapan kedisiplinan yang cukup tinggi, dan metode pembelajaran yang khas. Ketiga komponen ini menjadikan pesantren tetap solid di tengah-tengah kehidupan globalisasi.Buku ini sangat menarik untuk dibaca dan dihayati karena membahas tentang model berpikir dalam pendidikan di pesantren dengan mengambil studi kasus di pesantren yang terletak di Jawa Timur. Topik ini sangat penting untuk dibahas dengan alasan: Pertama, pesantren memiliki pola pendekatan yang didasarkan pada segala sesuatu yang sudah akrab dengan masyarakat dan perpaduan antara aspek teoritis dan praksis. Pola tersebut diharapkan mampu untuk menyiapkan pemimpin bangsa yang mampu berpikir kritis dan islami. Kedua, sesuai dengan pendapat Gramsci tentang intelektual organik, bahwa tugas kaum intelektual adalah untuk mengungkap kompleksitas kehidupan dan menerjemahkannya ke dalam bahasa teoritis. Sejalan dengan itu, tugas seorang santripun sangat penting dalam menerjemahkan suara rakyat menjadi bahasa kritik terhadap kekuasaan dan ketidakadilan.


1 Comment

  1. Hello. I have checked your nusaliterainspirasi.com and i see you’ve got some duplicate content so probably it is
    the reason that you don’t rank hi in google.
    But you can fix this issue fast. There is a tool that
    generates content like human, just search in google: miftolo’s tools

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: