Home » Beranda » Peranan Syair Cinta (Ghazal) dalam Budaya Perang Bangsa Arab Jahiliyah

Kalender

December 2020
F S S M T W T
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Peranan Syair Cinta (Ghazal) dalam Budaya Perang Bangsa Arab Jahiliyah

Judul: Peranan Syair Cinta (Ghazal) dalam Budaya Perang Bangsa Arab Jahiliyah

Penulis: Dr. Nurhamim, MA

Tebal Halaman: viii + 77

Ukuran Buku: 14.8 cm x 21 cm

No. ISBN: 978-602-5668-722

TENTANG PENULIS

Nama: Dr. Nurhamim, MA

Alamat: Jakarta

Email: nurhamimgds@gmail.com

SEKILAS TENTANG BUKU

Syair sangat erat hubungannya dengan nilai rasa. Orang yang memiliki nilai rasa tinggi, akan menghasilkan ungkapan-ungkapan yang memiliki bahasa dengan nilai sastra yang tinggi. Dalam konteks Indonesia, syair lebih dikenal dengan puisi. Orang yang pandai merangkai kata-kata dalam puisi adalah orang yang telah memasukan nilai sastra atau keindahan kata-kata dalam bahasa yang digunakannya.

Di Arab, syair juga menjadi salah satu petunjuk identitas suatu kabilah tertentu. Bukan menjadi rahasia lagi bahwa suatu kabilah tertentu dianggap terpandang jika lahir dari kabilah penyair-penyair terkenal yang bisa mengekspresikan kebudayaan dari masig-masing kabilahnya sebagai tanda kebesaran dan ketinggian ilmu pengetahuan. Maka banyak sekali syair-syair yang ditandingkan dari segi isi, gaya bahasa, dan nilai sastra antara satu kabilah dengan kabilah yang lainnya untuk diketahui kabilah mana yang paling tinggi derajatnya.

Hal tersebut, menandakan betapa pentingnya syair dan peranannya bagi bangsa Arab pada waktu itu. Bahkan pada waktu Islam belum datang, yang diketahui sebagai masa jahiliyah syair sudah semarak digunakan untuk mengungkapkan nilai-nilai budaya dalam bentuk bahasa. Salah satunya adalah syair tentang cinta. Karena betapa indahnaya cinta itu, jika diungkapkan melalui lantunan syair. Pada zaman jahiliah, syair cinta atau ghazal sangat semarak dengan ciri khas gaya bahasa yang digunakannya.

Buku ini merupakan karya akademis yang mengungkapkan secara baik peran syair cinta di zaman bangsa Arab jahiliyah, terutama yang berkaitan dengan budaya perangnya. Sidang pembaca digiring untuk menikmati adanya kelembutan, dalam hal ini cinta, di tengah hiruk pikuk perang sebagai kebalikan dari cinta.


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: