Home » Buku Terbitan » Spiritualitas dan Perilaku Pengemis di Kota Cirebon

Kalender

November 2020
F S S M T W T
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Spiritualitas dan Perilaku Pengemis di Kota Cirebon

Judul: Spiritualitas dan Perilaku Pengemis di Kota Cirebon

Penulis: Dr. Halim Purnomo, M. Pd.I

Tebal Halaman: xiv + 336

Ukuran Buku: 15 cm x 22 cm

No. ISBN: 978-602-1349-21-2

 

TENTANG PENULIS

Nama: Dr. Halim Purnomo, M. Pd.I

Alamat: Kabupaten Cirebon, Jawa Barat

Email: halim_purnomo@yahoo.co.id

 

SEKILAS TENTANG BUKU

Spiritualitas merupakan konsep dua dimensi antara dimensi vertikal dan horizontal. Vetikal sendiri yang dimaksud di sini adalah hubungan dengan Tuhan. Sedangkan dimensi horizontal merupakan hubungan dengan orang lain (manusia). Secara umum spiritual mengarah pada “religious sense” yang tidak terikat dengan suatu organisasi atau praktisi agama tertentu.. Hobe mengemukakan bahwa spiritualitas dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang. Sementara Tischler mendefinisikan spiritualitas sebagai suatu hal yang berhubungan dengan perilaku atau sikap tertentu dari seorang individu.

Pengemis merupakan komunitas orang yang mendapatkan penghasilan dari meminta-minta di muka umum dengan berbagai cara dan alasan untuk mendapat pemberian dari orang lain. Pengemis dapat dipahami sebagai komunitas yang karena sebab-sebab tertentu masuk ke dalam kehidupan jalanan untuk tujuan mencari nafkah dan memperoleh penghasilan dari pemberian orang lain. Pengemis merupakan bagian dari komunitas kota, mereka menyatu dengan kehidupan jalanan kota, di mana jalanan menjadi lapangan hidup, tempat memperoleh pengalaman hidup, dan sarana untuk mencari penyelesaian masalah ekonomi maupun sosial. Keberadaan mereka menjadi salah satu ciri kehidupan perkotaan terutama kota-kota besar, sehingga hampir tidak ada kota yang tanpa pengemis. Hal ini disebabkan karena faktor pemahaman dan pengamalan agama yang tidak seimbang.

Faktor penyebab munculnya para  pengemis masih  menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan. Beberapa ilmuwan seperti Menka and Khan (2013), Irving Epstein (1996), Koestoer Partowisastro (1983) cenderung menjelaskan penyebab pengemis karena persoalan ekonomi. Sebaliknya disertasi ini mendukung statemen, antara lain Helen K. Black (1999), Poverty and Prayer; Spiritual Narratives of Elderly African-American Woman, Ernest Mandel (1976), Socialist Economy, Erdogdu M. Y. (2012), Gundersen L. (2000), Elena Matei, Liliana Dumitrache, Gabriela Manea, Octavian Cococ, Carmen Mihalache (2013) cenderung  menjelaskan bahwa keberadaan pengemis bukan hanya disebabkan karena masalah ekonomi, melainkan rendahnya spiritualitas sebagai faktor dominan.

%d bloggers like this: