Home » Buku Terbitan » Argumentasi Wujud Tuhan: Studi Pemikiran Ibnu Rusyd dan Mulla Sadra

Kalender

November 2020
F S S M T W T
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Argumentasi Wujud Tuhan: Studi Pemikiran Ibnu Rusyd dan Mulla Sadra

Judul: Argumentasi Wujud Tuhan: Studi Pemikiran Ibnu Rusyd dan Mulla Sadra

Penulis: Dr. Amirudin

Tebal Halaman: xvi + 275

Ukuran Buku: 15 cm x 22 cm

No. ISBN: 978-602-50515-2-4

 

TENTANG PENULIS

Nama: Dr. Amirudin

Alamat: Indramayu, Jawa Barat

Email: amirudin24@yahoo.co.id

 

SEKILAS TENTANG BUKU

Studi tentang argumentasi ketuhanan merupakan persoalan klasik yang senantiasa menjadi khazanah pemikiran Islam. Tidak saja sebagai perdebatan teologis (kalam) namun juga sebagai kajian filosofis, pada perkembangan selanjutnya menjadi kajian tasawuf bahkan ilmu pengetahuan modern. Ini sejatinya tidak bisa lepas dari empat metode berpikir epistemologis; bayani, burhani, irfani dan tajribi dalam konsep wujud, terutama dalam penguatan argumentasi (wujud) menjadi pilar penting. Studi argumentasi wujud Tuhan yang di kemukakan Ibnu Rusyd dan Mulla Sadra membuktikan penguatan dari berbagai aspek argumentasi wujud Tuhan

Buku ini, diawali dari pengembaraan pencarian manusia dalam menemukan Tuhan dan perdebatan beberapa teolog dan filosof, baik dari kalangan Islam maupun Barat. Selanjutnya, dalam buku ini juga dipaparkan tentang beberapa pendapat pemikir Barat yang disanggah, di antaranya; Hegel yang berpendapat bahwa, Tuhan Yahudi adalah tiran dan Tuhan Kristen adalah lalim, maka Tuhan harus dibunuh, Frederic Nietzsche, yang berpendapat bahwa Tuhan sudah mati yang didukung oleh pendapat Ludwig Feuerbach, Karl Marx, Charles Darwin dan Sigmund Freud, bahwa Tuhan harus dibunuh. Dan pendapat François Voltaire, bahwa Tuhan diciptakan.

Dari hasil penelitan yang dilakukan atas kajian konsep-konsep dan argumentasi wujud Tuhan, yakni studi atas pemikiran Ibnu Rusyd, dengan argumen Burhani-nya yang meliputi dalil Ikhitra’ (penciptaan), ‘Inayah (pemeliharaan) dan ḥarakah (gerak), serta pemikiran Mulla Sadra dengan Burhan al-Siddiqin-nya yang termaktub dalam konsep al-Hikmah al-Muta’aliyah. Bahwa konsep dan argumentasi keduanya memiliki otentisitas pemikiran keislaman yang saling menguatkan serta patut dijadikan argumentasi yang otentik, rasional, logis, religius dan sarat dengan aspek kontemplasi.

%d bloggers like this: