Home » Beranda » Strategi Inklusi dan Literasi Keuangan Baitul Mâl Wat Tamwîl (BMT): Studi pada BMT di Wilayah Depok, Tangerang, dan Bekasi

Kalender

December 2020
F S S M T W T
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Strategi Inklusi dan Literasi Keuangan Baitul Mâl Wat Tamwîl (BMT): Studi pada BMT di Wilayah Depok, Tangerang, dan Bekasi

Judul: Strategi Inklusi dan Literasi Keuangan Baitul Mâl Wat Tamwîl (BMT): Studi pada BMT di Wilayah Depok, Tangerang, dan Bekasi

Penulis: Dr. Husnul Khatimah, S.E., M.Si

Tebal Halaman: xiv + 371

Ukuran Buku: 15 cm x 22 cm

No. ISBN: 978-623-7276-09-8

Unduh Sinopsis Buku.pdf

TENTANG PENULIS

Nama: Dr. Husnul Khatimah, S.E., M.Si

Alamat: Bekasi, Jawa Barat

Email: husnulkh73@gmail.com

SEKILAS TENTANG BUKU

Institusi keuangan berperan penting dalam menggunakan fungsi intermediasinya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan, pengentasan kemiskinan, serta pencapaian stabilitas sistem keuangan. Namun demikian, Global Financial Inclusion Index menjelaskan bahwa akses layanan financial bagi masyarakat di Indonesia masih tergolong sangat rendah dibanding-kan dengan negara-negara maju. Penyebab rendahnya akses layanan finansial tersebut adalah karena kurangnya kemampuan masyarakat dalam memeroleh pinjaman di lembaga keuangan bank. Padahal, akses terhadap layanan jasa keuangan merupakan prasyarat penting bagi keterlibatan masyarakat luas dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Inklusi keuangan yang berjalan baik akan sangat berpengaruh pada beberapa kelompok masyarakat yang terkadang kurang beruntung, seperti masyarakat berpenghasilan rendah, pinggiran, minoritas (kelompok marginal), atau tidak mempunyai identitas legal, kaum perempuan, dan kaum muda. Karena alasan tersebut, maka program inklusi keuangan dijalankan yang pada akhirnya bertujuan meningkatkan taraf hidup masyarakat secara keseluruhan.

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan bahwa koperasi jasa keuangan syariah (KJKS) dalam bentuk Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) berkembang sangat signifikan. Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LMKS) saat ini telah berkembang pesat melebihi pesatnya perkembangan Lembaga Keuangan Mikro jenis lainnya di Indonesia. Jumlah Lembaga Keuangan Mikro Syariah yang masyarakat luas mengenalnya sebagai BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) saat ini telah mencapai lebih dari 4.000 unit di seluruh Indonesia.

Namun demikian, Pertumbuhan BMT saat ini relatif stagnan karena beberapa hal, diantaranya karena faktor internal dan eksternal. Faktor internal disebabkan oleh kualitas sumber daya manusia, keterbatasan sistem dan keterbatasan modal. Sedangkan dari sisi eksternal yaitu belum adanya kejelasan regulasi tentang badan hukum BMT, persaingan dengan perbankan BUMN yang diwajibkan menyentuh sektor mikro dan didukung oleh dana yang cukup besar dari APBN. Melambatnya pertumbuhan ekonomi juga memengaruhi terhadap serapan pembiayaan yang dikelola BMT. Faktor-faktor tersebut pada akhirnya menurunkan kemampuan inklusi BMT. Melalui buku ini Penulis membedah secara tuntas mengenai strategi yang paling tepat bagi Lembaga Keuangan Mikro Syariah, dalam hal ini BMT, di Indonesia dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi terhadap masyarakat melalui peningkatkan inklusi dan literasi keuangan dengan pendekatan ekonomi dan sosiologi.


1 Comment

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: